Ahad, 19 Oktober 2008

Indah


Tika sang bayu menghembus dari tingkap kamar,
Tegak berdiri si roma tubuh yang menjalar siang,
Saat beradu menanti tiba dengan diulit sebuah doa',
Agar lenaku meniti pagi bak embun sejernih salji,

Tika itu jua mimpi mendatang bak sang tualang terhuyung hayang,
Inikah dia mimpi atau realiti yang menusuk di hati,
Adapun surroundingnya tak kelihatan, tapi melekat kuat dalam ingatan..
Mana dia kuntuman mawar,jika sang kumbang tak menanti tiba..

Tika saat hati dipenuhi intisari yg menusuk hati,
Datang bertanya seorang puteri mimpi sehari,
Mencari sesuatu yang amat dilihat, tapi menghilang hanya sesaat.
Lenaku jaga dalam serba kekurangan, mengimpikan puteri dalam genggaman..

Tiada ulasan: