Ahad, 26 Oktober 2008

Endahkah ku?



Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.”


Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya. Pensil-pensil beraneka warna pun mendengarnya, dan mereka pun tak pernah mendekatinya. Dan selembar kertas yang seputih salju itu tetap suci dan murni selamanya -suci dan murni- dan kosong.


~ Khalil Gibran

Khamis, 23 Oktober 2008

Jumaat

Kala kesepian jumaat pagi,
ku teguhkan hati untuk sujud pada Illahi,
bukan mudah untuk bangunkn diri,
bagai sang gajah tersimpuh kaki...

Kala ketenangan jumaat pagi,
maka bertebarlah sang berung kenari,
mencari makna kehidupan sejati,
mengenal hidup sebelum mati,

Kala kesuburan jumaat pagi,
menjalar liar sang kembang seri,
berbunga ungu menarik hati,
hingga lena dibuai mimpi,

Kala kemurnian jumaat pagi,
makin tebal kegetaran iman sejati,
pabila memikirkan berakhir dunia dan bermulanya ukhrawi,
termaktub sudah kalamullah Yang Maha Terperinci,

Kala kesucian jumaat pagi,
Mataku tenang kuyup mengingatkan sepi,
sepinya Adam a.s keseorangan diri,
lalu diciptakan Maha Esa, Hawa cantik tak terperi,

Kala kehebatan jumaat pagi,
membuatku bangga seraya mensyukuri,
dijadikan syurga umat Muhammad SAW oleh Illahi,
sehingga diberi penghormatan umat pertama menjejakkan kaki,

Kala kemeriahan jumaat pagi,
ku mencari bayangan diri,
disebalik lorong hidup yang kecil ini,
mengharap tiba keredhaan Illahi.

sekian...

Ahad, 19 Oktober 2008

Indah


Tika sang bayu menghembus dari tingkap kamar,
Tegak berdiri si roma tubuh yang menjalar siang,
Saat beradu menanti tiba dengan diulit sebuah doa',
Agar lenaku meniti pagi bak embun sejernih salji,

Tika itu jua mimpi mendatang bak sang tualang terhuyung hayang,
Inikah dia mimpi atau realiti yang menusuk di hati,
Adapun surroundingnya tak kelihatan, tapi melekat kuat dalam ingatan..
Mana dia kuntuman mawar,jika sang kumbang tak menanti tiba..

Tika saat hati dipenuhi intisari yg menusuk hati,
Datang bertanya seorang puteri mimpi sehari,
Mencari sesuatu yang amat dilihat, tapi menghilang hanya sesaat.
Lenaku jaga dalam serba kekurangan, mengimpikan puteri dalam genggaman..

Sabtu, 18 Oktober 2008

Monologku

Dengan lafaz bismillah,
hati yang ikhlas lillah,

Andai salim menyulam silam,
biar rumpun berulam-ulam,

Andai pecah belanga tungka,
biar jangan dibeda-beda,

Andai coret enggan disembur,
biar jangan dihambur-hambur,

Andai iqra'ku tak setajam maluri,
biar diri serendah rastali,

Panahkan hati pada Allah..
kerna coretanku tak seMaha Gah Kalamullah.

monolog pertamaku, coretan mulaku...